8.09.2011

Serunya Ngabuburit Layang-layang


Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
1804252620X310 Serunya Ngabuburit Layang layang K20-11 Sebagian warga Kediri, Jawa Timur menunggu waktu berbuka puasa dengan bermain layang-layang, Senin (8/8/2011)

KEDIRI, KOMPAS.com – Beragam cara dilakukan masyarakat untuk menunggu waktu berbuka puasa. Di kabupaten Kediri misalnya, bermain layang-layang menjadi salah satu akitivitas untuk ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa.

 Serunya Ngabuburit Layang layang

Di kawasan lapangan Monumen Simpang Lima Gumul, Kediri, beragam layang-layang terbang menghiasi angkasa. Terutama saat waktu antara usai shalat Ashar hingga menjelang Maghrib, banyak sekali penggemar layang-layang dari segala usia, mulai anak-anak hingga dewasa tumpah ruah.

Beberapa orang tua juga terlihat mengajari anaknya bagaimana bermain layang-layang. Suparno, seorang penggemar layang-layang mengatakan, ia datang bersama Irma, anaknya yang masih berusia lima tahun. "Supaya anak senang aja. Ibunya kan lagi repot masak, jadi saya ajak main layang-layang," kata Suparno, Senin (8/8/2011).

Sementara Kiranti, penggemar layang-layang lainnya mengatakan, ia datang bersama tiga teman lainnya. Sengaja jauh-jauh datang dari Kota Kediri untuk bermain layang-layang sambil menunggu waktu berbuka puasa.

"Ngabuburit gitu deh, sama temen-temen. Kebetulan di rumah tidak ada kerjaan," kata Kiranti.

Remaja asal lingkungan Kelurahan Bandarkidul, Kecamatan Mojoroto yang juga siswi kelas 12 sebuah SMA favorit di kota Kediri itu mengaku biasa bermain layang-layang satu hingga satu jam setengah.

"Kalau saya sih menjelang gelap sudah balik pulang. Jadinya ketika sampai rumah tepat ketika berbuka," imbuhnya.

Lapangan kawasan Simpang Lima Gumul memang biasa digunakan untuk bermain benda berbentuk prisma itu. Sebab, di daerah itu terdapat kawasan lapang yang membuat angin tercukupi. Untuk yang tidak mempunyai layang-layang, dapat membeli ditempat itu, karena beberapa penjual layang-layang juga menjajakannya di lokasi.

"Kalau jenis delta, dengan bahan parasut, saya menjualnya seharga Rp 30.000," kata Sahri, seorang penjual layang-layang.

Source: kompas regional

Berita Lain:

+ Arsip Berita Indonesia - Serunya Ngabuburit Layang-layang.


naomi 09 Aug, 2011


--
Source: http://arsipberita.com/show/serunya-ngabuburit-layanglayang-286434.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Berita Unik Seputar Dunia. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com