6.12.2011

Presiden: Asia Harus Jadi Pusat Globalisasi Dunia


Minggu, 12 Juni 2011 23:02 WIB

20110612 075834 sb2 Presiden: Asia Harus Jadi Pusat Globalisasi Dunia

Foto : Rumgapres/Abror/ip

: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan Asia harus menjadi pusat globalisasi baru di dunia. Untuk itulah, ia memaparkan lima fokus agenda yang perlu dilakukan untuk mewujudkannya.

“Asia harus menjadi pusat globalisasi dunia yang baru,” ujar Presiden, dalam sambutannya saat membuka forum ekonomi dunia untuk Asia Timur di Hotel Shangri-La , Minggu (12/6). Untuk mewujudkan hal itu, SBY mengusulkan lima fokus agenda yang perlu dilakukan negara-negara di kawasan Asia.

Pertama, Asia harus menjadi bagian dari solusi untuk mengatasi ketidakseimbangan global. Menurut presiden, perekonomian dunia tidak bisa bergantung pada pertumbuhan yang kuat di negara berkembang saja. “Kita membutuhkan pertumbuhan yang sehat secara global, termasuk di negara maju,” kata Presiden.

Salah satu caranya, lanjut Presiden, semua pihak perlu melakukan penyesuaian struktural untuk memperbaiki ketidakseimbangan global. Asia, kata Presiden, mempunyai kemampuan lebih dari daerah lain dalam membantu mencapai ekonomi dunia yang kuat, berkelanjutan dan seimbang. Asia juga harus memimpin jalan untuk menjaga pasar dan masyarakat terbuka.

Kedua, Asia perlu mengantisipasi dan mengatasi tekanan yang berkembang di masa yang akan datang, misalkan terkait dengan kebutuhan pangan, energi dan sumber daya air. Dari 7 miliar yang sekarang mendiami planet kita, ungkap Presiden, 60 persen tinggal di Asia. “Sebagai kawasan dengan ekonomi sedang tumbuh, tentunya akan mencari dan bersaing untuk sumber daya alam yang terbatas, pola yang di abad sebelumnya menyebabkan perang, eksploitasi penaklukan, dan penderitaan tak terhitung,” ungkapnya.

Untuk itulah, Presiden berharap, di masa sekarang, tersebut tidak perlu menimbulkan konflik, baik itu di Sungai Mekong atau di Laut Cina Selatan, “Kita dapat menemukan cara-cara kreatif untuk mengubah potensi konflik menjadi potensi kerja sama,” ujarnya.

Selain itu, mengingat proporsi penduduk di Asia dan penggunaan sumber daya dan kebutuhan pangan, Asia juga harus memberikan contoh pertumbuhan yang berkelanjutan.

Ketiga, lanjut Presiden, Asia harus melakukan semua upaya yang bisa dilakukan untuk menjadi pusat inovasi global. Teknologi, ungkap Presiden, harus lebih maju dari sebelumnya, yang tentunya akan menjadi pendorong utama perubahan dalam abad ke-21. Dengan semua kemiskinan, ketidakadilan marginalisasi, dan degradasi yang masih lazim di seluruh Asia, kata Presiden, teknologi mungkin menjadi kunci untuk mengatasinya.

“Asia seharusnya tidak hanya untuk mencoba mengejar ketertinggalan, namun dapat melompat ke masa depan. Dan hari ini, inovasi dan teknologi bisa datang dari mana saja. Inovator dan teknisi punya kemampuan untuk hal itu, dari Bangalore ke Bandung, dari Singapura ke Shenzhen yang dapat menghasilkan inovasi dengan aplikasi global,” ujarnya.

Keempat, ungkap Presiden, Asia harus memanfaatkan sumber dayanya terbaik muncul, yakni para pemudanya. Pemuda hari ini menjadi generasi yang tidak seperti generasi sebelumnya. Menurut SBY, pemuda sekarang jauh lebih terhubung, lebih terbuka, lebih kreatif, dan lebih aktif.

Melalui internet, dan jaringan media sosial seperti Facebook dan Twitter, kaum muda mengembangkan rasa kesadaran trans-generasi, perasaan saling empati dan harapan bersama.

“Kita perlu mendorong ini daripada menolaknya. Pemuda juga merasa hak kuat untuk masa depan mereka, dan ingin menjadi agen perubahan, sebagaimana telah kita lihat di Timur Tengah. Oleh karena itu, penting bagi negara-negara Asia untuk membekali mereka dengan keterampilan dan kesempatan, sehingga mereka dapat menjadi bagian paling dinamis dan produktif masyarakat. Jika pemuda ini tumbuh menjadi pengusaha, inovator dan pelopor dalam bidang mereka, ini aset untuk Asia akan menjadi tak terhitung,” jelasnya.

Dan fokus agenda terakhir yakni, keragaman yang kaya di Asia adalah rumah bagi peradaban dan agama tertua di dunia. Asia juga merupakan benua dengan jumlah terbesar dari jumlah kelompok etnis dan dialek. Dalam zaman globalisasi, masa depan Asia juga terletak pada kemampuan untuk menjaga kondisi harmoni budaya, peradaban, dan agama yang selama berabad-abad dan ribuan tahun telah menjadi bagian dari cara hidup Asia. (Mad/OL-11)

Source: media

Berita Lain:

+ Arsip Berita Indonesia - Presiden: Asia Harus Jadi Pusat Globalisasi Dunia.


erika.g 13 Jun, 2011


--
Source: http://arsipberita.com/show/presiden-asia-harus-jadi-pusat-globalisasi-dunia-245094.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

0 komentar:

Posting Komentar

 

Berita Unik Seputar Dunia. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com