7.30.2011

Ashanty dan Menunggu Kemantapan Hati


Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Anang
Ashanty dan Menunggu Kemantapan Hati
1749912 Ashanty dan Menunggu Kemantapan Hati

INILAH.COM< Jakarta – Anang tampak semakin cinta dan sayang kepada kekasihnya, Ashanty. Anang dan Ashanty kini menunggu kemantapan hati saja, untuk menikah tentunya.

Tentang itu, duda beranak dua ini pun mengungkapkannya saat ditemui di kediamannya di kawasan Radiodalam, baru-baru ini. Namun, tak hanya soal cinta Ashanty saja, Anang juga berkomentar soal Raul Lemos, yang kini menjadi suami mantan istrinya, Krisdayanti. Ada apakah?

Tahu kasus Raul Lemos cekik wartawan Global TV kemarin?
Aku nggak tahu (masalahnya). Nggak pantas juga kasih komentar karena aku nggak tahu. Aku belum paham masalahnya. Kalau aku kasih pendapat, nanti disangkutpautkan, aku belajar dulu.

Soal adanya kekerasan?
Untuk memakai kekerasan atau tidak balik ke masing-masing orang. Pemahamanku kayaknya aku nggak pengen kekerasan. Pekerjaan aku jalani, aku selalu bertemu teman-teman media. Partner bisnis yang baik dengan kita. Wartawan sudah kayak saudara dengan aku.

Berarti selalu bisa mengatasi?
Kadang-kadang ada musuhan. Namanya saudara saking dekatnya, pasti ada jalan baik setelahnya. Untuk memakai kekerasan atau tidak, balik ke masing-masing orang, pemahamanku kayanya aku nggak kepengen kekerasan. (Mengatasi masalah) harus dengan dewasa dan cerdas. Bisnis yang selalu kita jalanin beriringan, bantu membantu. Kita ini kan, seperti saudara.

Ada saran?
Ruang privasi harus dibangun oleh Dewan Pers, yang beri aturan yang jelas yang dipatuhi bersama. Masalahnya yang jadi polisinya siapa? Wartawan pun harus tahu job deskripsi. Seniman juga manusia, jadi harus tahu pemahamannya.

Ada pengalaman lain apa?
Kadang aku juga ditunggui, aku capek juga, aku sadar aku manusia. Kadang diberitakan juga sembarangan, dikejar juga seperti itu, mereka (artis) jadi nggak nyaman. Dikembalikan lagi ke masing-masing biar semua berjalan baik.

Jadi solusi untuk masalah Raul dan wartawan itu?
Duduk bersama carikan solusi ke depan. Kalau ada pelanggaran tidak ada saling keberpihakan. Jadi perwakilan wartawan dan artis harus duduk bareng bangun aturan dan siapa yang akan jadi polisinya. Buat aku ini memalukan, tapi aku ini nggak tahu masalahnya, bukan urusanku. Jangan sampai masalahnya itu-itu saja yang terjadi.

Soal rumah di Radio dalam, bagaimana?
Rumah di Radio Dalam sudah terjual, yang mengurus Yuni Shara, karena anak-anak juga dekat sama Bu De-nya (Yuni).

Bagaimana soal pembagiannya?
Sudah pasti dipikirkan dan pasti anak-anak untuk masa depannya. Anak-anak harus aman, karena kasihan. Nyamannya harus bagaimana. Sudah tidak ada masalah lagi. Harusnya dilihatnya bermuara ke anak-anak, harus itu tujuan jual rumah. Kalau yang dewasa sudah kelihatan, tapi yang kasihan kan anak anak. Yanti dengan keluarganya sudah tinggal di tempatnya sendiri dan nyaman. Yang saya pikirkan anak anak, kan anak anak tahu keluarganya pecah.

Tentang Ashanty, kok, dibiarkan konser sendirian?
Tidak ada apa-apa. Permintaan terhadap Ashanty besar, penerimaan oleh masyarakat semakin lebar. Jangan dilihat Ashanty hanya penyanyi duet. Ini positif, jangan dilihat negatif. Saya dukung profesi dia yang solo juga. Harus bisa menjalani sebagai duet dan solo. Aku senang jika dia bisa begitu.

Oh, izin ya?
Ashanty izin ke saya, tapi bukan masalah izin atau tidak izin. Sama juga, Anang kalau punya proyek gede ya, silakan diambil.

Soal nikah?
Kata Ashanty tungguin ya, nanti dikasih tahu. Kata dia ada jalan usaha nanti dimudahkan. 'Mas kan sudah pernah nikah, sudah tahu jalannya.' Kalau dia bilang cepat alhamdulillah, butuh kemantapan bersama. Kalau dua-duanya mantap berarti siap dengan segala risiko.

Kongkritnya seperti apa?
Yang jadi bodoh itu adalah masa lalu di bawa ke masa sekarang dan masa sekarang di bawa ke masa lalu. Dengan segala risiko, Ashanty dan saya punya masa lalu jangan dipermasalahkan, jangan sampai menghambat kami sekarang. Jadi pemikiran Ashanty yang saat ini adalah pemikiran yang modern. Jangan pikir yang lewat, dia siap. Kalau sudah kenal anak saya juga nggak apa-apa. [aji]

Source: inilah online

Berita Lain:

+ Arsip Berita Indonesia - Ashanty dan Menunggu Kemantapan Hati.


adi.ms 30 Jul, 2011


--
Source: http://arsipberita.com/show/ashanty-dan-menunggu-kemantapan-hati-278849.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Berita Unik Seputar Dunia. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com