7.31.2011

Digdaya Red Bull, Siklus Kinerja & Prestasi F1


Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!

WOKING – Dominasi Red Bull Racing yang sulit terpatahkan hingga pertengahan musim 2011 bisa dimaklumi oleh Tim Prinsipal McLaren, Martin Whitmarsh. Menurutnya, situasi yang terjadi sekarang di panggung sirkus F1, tidak ubahnya siklus prestasi yang sempat dialami McLaren, Williams dan Ferrari.

Di awal dekade 1980-an, McLaren seakan menjadi tim penguasa gelaran jet darat bergengsi di muka bumi tersebut, diikuti Williams, lalu Ferrari dan kini muncul kekuatan baru Red Bull Racing.

Whitmarsh pun bisa memahami mengapa sepak terjang Red Bull begitu gemilang, selain memiliki pembalap berbakat sekelas Sebastian Vettel, tim yang berbasis di Milton Keynes itu pun digawangi seorang jenius di bidang aerodinamika, Adrian Newey –yang pernah bekerja untuk McLaren.

"Saya tidak terkejut. Saya tahu bahwa F1 berjalan sesuai dengan siklus kinerja," ucap Whitmarsh dilansir PlanetF1, Sabtu (16/7/2011).

"Saya tahu, Newey sangat baik. Dia melakukan pekerjaan yang sempurna dengan Red Bull, sebuah tim dengan dana besar," sambung Whitmarsh, seraya menyebut kredit poin tersendiri bagi Red Bull yang memiliki dua elemen integral sekaliber Vettel dan Newey.

"Vettel hanya sekali membuat kesalahan saat di Kanada, tapi itu berasal dari dirinya sendiri. Jika Anda memenuhi syarat dengan baik, -karena dia (Vettel) memang bisa, Anda berada dalam mobil tercepat, Anda berada di posisi pole-position dan bila Anda tidak membuat kealpaan maka Anda diharapkan bisa memenangkan balapan," tutur Whitmarsh melontarkan sanjungan kepada Vettel.

Lantas apa yang yang membuat McLaren sampai detik ini acapkali menemui kesulitan untuk bersaing dengan Red Bull? "Kami memiliki dua sampai tiga balapan, di mana kami memiliki mobil balap tercepat tapi kami belum bisa menandingi Red Bull di babak kualifikasi."

Whitmarsh pun kembali menyulut motivasi anak asuhnya untuk tampil lebih perkasa dalam seri selanjutnya. "Kami sangat frustrasi di Monaco. Saya pikir kami harus menang di sana. Tapi kami memenangkan balapan berikutnya (Jenson Button menang di GP Kanada). Inilah balapan motorsport!."

"Kami memiliki dua pembalap hebat dan jika kami meminta mereka untuk mengambil alih posisi yang sama dengan Vettel, kemudian saya meyakinkan, mereka bisa mengalahkan Vettel," Whitmarsh menambahkan.

 

 

 

sumber : indofiles.org

Mira Tukumasha 31 Jul, 2011


--
Source: http://berita24.net/digdaya-red-bull-siklus-kinerja-prestasi-f1/
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Berita Unik Seputar Dunia. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com